Suatu Hari Imam Abu Hanifah (Allahu Yarhamuh) berjalan di tengah terik matahari, beliau kepanasan dan letih dalam perjalanannya... Hingga beliau pun memutuskan berhenti sebentar utk beristirahat, tidak berapa lama datanglah seorang melewati beliau dan berkata : “Wahai Imam tidak-kah engkau berteduh di bawah atap rumah terdekat itu..” dia menunjuk pada sebuah rumah… Kemudian Sang Imam menjawab : “tidak, sesungguhnya pemilik rumah itu memiliki hutang pada saya, dan saya takut akan adanya manfaat yg saya dapat selama masa hutang-piutang ini (menjadikannya Riba).

Sungguh Sang Imam sangat bersikap hati” sekali dan beliau rahimahullah memahami Hadist mengenai Kullu Qardhin Jar u Naf’in fa huwa Riba (setiap hutang yg memberikan manfaat – ed pada masa terhutang – maka itu adalah Riba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *