Alhamdulillah, setelah sebelumnya membeli biskuit Nabati secara langsung dan tunai dari Perusahaan Nabati, malam tadi Perusahaan Nabati melakukan serah terima fisik dengan Asy-Syirkah Indonesia atas biskuit yang dibeli oleh Asy-Syirkah, di pelabuhan. Selanjutnya Asy-Syirkah menandatangani akad pembiayaan murabahah dengan Nasabah, untuk kemudian di ekspor ke Gabon Afrika.

Serah terima barang yang dilakukan oleh Perusahaan Nabati sebagai supplier kepada Asy-Syirkah, dalam bahasa fiqih disebut dengan al-qabdh. Al-qabdh merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sebelum LKS menandatangani akad pembiayaan murabahah dengan Nasabah. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam:

فعَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رضي الله عنه قَالَ : أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقُلْتُ : يَأْتِينِي الرَّجُلُ يَسْأَلُنِي مِنْ الْبَيْعِ مَا لَيْسَ عِنْدِي ، أَبْتَاعُ لَهُ مِنْ السُّوقِ ثُمَّ أَبِيعُهُ ؟ قَالَ : (لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ) رواه الترمذي (1232) والنسائي (4613) وأبو داود (3503) وابن ماجه (2187) وأحمد (14887). وصححه الألباني

Dari Hakim bin Hizam Radhiyallahu ‘Anhu berkata: Aku mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan bertanya: seseorang datang kepadaku. Dia ingin membeli sesuatu dariku, sementara barang yang dicari tidak ada padaku. Kemudian aku membeli barang tersebut di pasar dan menjualnya ”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Jangan menjual sesuatu yang tidak ada padamu. HR Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad, dishahihkan oleh Albani.

Oleh karena itu dalam Fatwa DSN Nomor 04/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Murabahah, dinyatakan:

“Jika bank hendak mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang dari pihak ketiga, akad jual beli murabahah harus dilakukan setelah barang, secara prinsip, menjadi milik bank.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *