HUKUM JUAL-BELI

Hukum Jual-Beli

Jual-beli disyariatkan berdasarkan al-Qur’an. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. (Al-Baqarah : 275)

Juga berdasarkan as-Sunnah al-Qauliyyah (sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) dan as-Sunnah al-Fi’liyah (perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) secara berbarengan. Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan transaksi jual-beli, dan beliau bersabda,

“Janganlah orang kota menjualkan (barang dagangan) jual-beli untuk orang desa.”[1]

Juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Pihak pembeli dan pihak penjual memiliki hak khiyar (memilih) selama keduanya belum berpisah.”[2]

[1] Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no 2150.

[2] Muttafaq ‘alaih; al-Bukhari, no. 2079; Muslim, no. 1532.

Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri

Kitab Minhajul Muslim, BAB V, Pasal Ketiga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *